kesehatan


Bakteri yang berkembang biak di dalam usus dapat menyebabkan kegemukan dan berbagai gejala yang mengancam kesehatan, para peneliti melaporkan pada hari Kamis (4/3/2010).
Bisa jadi bakteri tertentu menyebabkan radang yang dapat mempengaruhi nafsu makan serta kondisi radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis, para peneliti melaporkan dalam the journal Science.

dikutip dari situs http://fkunhas.com/topic/cara+membuat+storyboard+film.html


tahukah kamu manfaat air putih bagi tubuh ?

manfaat air putih yang paling umum diketahui banyaka orang adalah sebagai pelepas dahaga saat tenggorokan kita kering. padahal air putih sebenarnya memiliki banyak manfaatnya lho ! air putih dapat mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat menyebabkan kelelahan pada tubuh kita, juga pusing kepala dan ketidakmampuan untuk berpikir jernih. Banyak minum air putih juga dapat mencegah Anda untuk makan dalam porsi besar. Nah, bagi cewek yang lagi melakukan diet, sangatlah dianjurkan untuk minum lebih dari 8 gelas air putih sehari.

Mungkin kelihatannya ini sulit, tapi jika Anda melakukannya secara teratur, Anda dapat memetik manfaat besar dari kebiasaan yang baik ini. Minumlah segelas air ketika bangun tidur di pagi hari, kemudian minum lagi segelas setelah selesai mandi atau setiap kali ke kamar mandi. Minum segelas air putih ketika makan siang dan segelas lagi ketika makan malam. Menjelang tidur, jangan lupa untuk minum lagi segelas air putih.

apakah minum terlalu banyak air akan membuat perut kita terlihat gendut? Tidak! “Meskipun air sering dianggap menyebabkan perut kembung, minum lebih banyak air justru dapat ‘membilas’ natrium dari tubuh, dan mengurangi perut kembung,” ujar Jeff Hampl, Ph.D., R.D., peneliti nutrisi di Universitas Arizone.

nah, mulai mencoba dari sekarang ! karena, kebiasaan kecil ini dapat bermanfaat bagi anda seumur hidup, lho ! plus gak perlu keluar uang banyak untuk tetap sehat. silahkan mencoba.....! 
dikutip dari situs http://fkunhas.com/topic/cara+membuat+storyboard+film.html








''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

Polip Hidung

Polip hidung adalah massa polypoidal yang timbul terutama dari selaput lendir hidung dan sinus paranasal. Polip hidung bukan penyakit yang murni berdiri sendiri. Pembentukannya sangat terkait erat dengan berbagai problem THT lainnya seperti rinitis alergi, asma, radang kronis pada mukosa hidung-sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin, dll.
Penyebab Polip Hidung
Polip hidung biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah di sekitar lubang sinus pada rongga hidung. Beberapa faktor lain yang meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung antara lain sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi dan adanya pembesaran pada konka
Polip hidung sering ditemukan pada penderita:
Gejala Polip Hidung
Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan. Penderita biasanya mengeluhkan hidung tersumbat, penurunan indra penciuman, dan gangguan pernafasan. Akibatnya penderita bersuara sengau.
Pengobatan Polip Hidung

Tujuan utama pengobatan adalah mengatasi polip dan menghindari penyebab atau faktor pemicu terjadinya polip. Obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid kadang bisa memperkecil ukuran polip hidung atau bahkan menghilangkan polip. Operasi dilakukan jika polip mengganggu pernafasan atau berhubungan dengan tumor.
  • Pembedahan dilakukan jika:
  • Polip menghalangi saluran pernafasan
  • Polip menghalangi drainase dari sinus sehingga sering terjadi infeksi sinus
  • Polip berhubungan dengan tumor.
Polip cenderung tumbuh kembali jika penyebabnya (alergi maupun infeksi) tidak terkontrol. Pemakaian obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid bisa memperlambat atau mencegah kekambuhan. Tetapi jika kekambuhan ini sifatnya berat, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memperbaiki drainase sinus dan membuang bahan-bahan yang terinfeksi. Sayangnya bila faktor yang menyebabkan terjadinya polip tidak teratasi maka polip hidung ini rawan untuk kambuh kembali demikian berulang ulang. Oleh sebab itu sangat diharapkan kepatuhan pasien untuk menghindari hal hal yang menyebabkan alergi yang bisa menjurus untuk terjadinya polip hidung

Terapi Polip di antaranya meliputi:

- Obat topikal, yaitu yang langsung dimasukkan ke dalam hidung, seperti semprotan hidung, atau nasal spray, misalnya yang mengandung bahan aktif Oxymetazolin maupun kortikosteroid seperti prednison. Obat ini dapat mengurangi gejala sumbatan yang disebabkan oleh polip, dan kadang bisa mengecilkan dan mengeliminir polip sama sekali. Meski demikian, polip cenderung untuk kambuh kembali. Penggunaan nasal spray kortikosteroid membutuhkan pengawasan ahli kesehatan.
- Operasi pengangkatan polip pada polip berukuran besar yang telah menimbulkan gejala, dan tidak banyak membaik dengan terapi non-bedah.
- Kontrol yang baik terhadap alergi, asma, maupun infeksi membantu mengurangi peluang timbulnya polip.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Dijawab oleh dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

About the author

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.


Terapi Polip di antaranya meliputi:

- Obat topikal, yaitu yang langsung dimasukkan ke dalam hidung, seperti semprotan hidung, atau nasal spray, misalnya yang mengandung bahan aktif Oxymetazolin maupun kortikosteroid seperti prednison. Obat ini dapat mengurangi gejala sumbatan yang disebabkan oleh polip, dan kadang bisa mengecilkan dan mengeliminir polip sama sekali. Meski demikian, polip cenderung untuk kambuh kembali. Penggunaan nasal spray kortikosteroid membutuhkan pengawasan ahli kesehatan.
- Operasi pengangkatan polip pada polip berukuran besar yang telah menimbulkan gejala, dan tidak banyak membaik dengan terapi non-bedah.
- Kontrol yang baik terhadap alergi, asma, maupun infeksi membantu mengurangi peluang timbulnya polip.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Dijawab oleh dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

About the author

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.

Read more about KESEHATAN by www.konsultasisyari



Polip pada daerah pada asalnya merupakan pertumbuhan jaringan selaput lendir hidung yang dihubungkan dengan peradangan kronis pada hidung, seperti pada asma, alergi, sensitivitas terhadap obat tertentu, infeksi berulang pada daerah hidung dan sekitarnya, atau masalah pada sistem imun tubuh. Polip umumnya tumbuh seperti benjolan kadang bertangkai di bagian dalam hidung, terutama bagian atas hidung, dan menjorok ke arah area terbuka di dalam hidung. Polip berukuran kecil kadang tidak disadari oleh penderitanya, namun ukuran besar dapat menyebabkan gangguan seperti sumbatan pada hidung.
Polip berukuran besar dan telah lama timbulnya, dapat menyebabkan sumbatan khas pada hidung, yang dicirikan dengan rasa tersumbat pada hidung yang terus-menerus, kehilangan kemampuan mencium bau bahkan mengecap rasa, dihubungkan dengan kejadian sinusitis berulang (meskipun dikatakan pula bahwa sinusitislah yang dapat memicu timbulnya polip), kerusakan tulang di bawah tempat tumbuhnya polip, rasa tertekan di daerah wajah dan kepala, hidung meler terus menerus, dan kualitas tidur yang buruk.

Terapi Polip di antaranya meliputi:

- Obat topikal, yaitu yang langsung dimasukkan ke dalam hidung, seperti semprotan hidung, atau nasal spray, misalnya yang mengandung bahan aktif Oxymetazolin maupun kortikosteroid seperti prednison. Obat ini dapat mengurangi gejala sumbatan yang disebabkan oleh polip, dan kadang bisa mengecilkan dan mengeliminir polip sama sekali. Meski demikian, polip cenderung untuk kambuh kembali. Penggunaan nasal spray kortikosteroid membutuhkan pengawasan ahli kesehatan.
- Operasi pengangkatan polip pada polip berukuran besar yang telah menimbulkan gejala, dan tidak banyak membaik dengan terapi non-bedah.
- Kontrol yang baik terhadap alergi, asma, maupun infeksi membantu mengurangi peluang timbulnya polip.
Semoga bermanfaat.
Polip pada daerah pada asalnya merupakan pertumbuhan jaringan selaput lendir hidung yang dihubungkan dengan peradangan kronis pada hidung, seperti pada asma, alergi, sensitivitas terhadap obat tertentu, infeksi berulang pada daerah hidung dan sekitarnya, atau masalah pada sistem imun tubuh. Polip umumnya tumbuh seperti benjolan kadang bertangkai di bagian dalam hidung, terutama bagian atas hidung, dan menjorok ke arah area terbuka di dalam hidung. Polip berukuran kecil kadang tidak disadari oleh penderitanya, namun ukuran besar dapat menyebabkan gangguan seperti sumbatan pada hidung.
Polip berukuran besar dan telah lama timbulnya, dapat menyebabkan sumbatan khas pada hidung, yang dicirikan dengan rasa tersumbat pada hidung yang terus-menerus, kehilangan kemampuan mencium bau bahkan mengecap rasa, dihubungkan dengan kejadian sinusitis berulang (meskipun dikatakan pula bahwa sinusitislah yang dapat memicu timbulnya polip), kerusakan tulang di bawah tempat tumbuhnya polip, rasa tertekan di daerah wajah dan kepala, hidung meler terus menerus, dan kualitas tidur yang buruk.

Terapi Polip di antaranya meliputi:

- Obat topikal, yaitu yang langsung dimasukkan ke dalam hidung, seperti semprotan hidung, atau nasal spray, misalnya yang mengandung bahan aktif Oxymetazolin maupun kortikosteroid seperti prednison. Obat ini dapat mengurangi gejala sumbatan yang disebabkan oleh polip, dan kadang bisa mengecilkan dan mengeliminir polip sama sekali. Meski demikian, polip cenderung untuk kambuh kembali. Penggunaan nasal spray kortikosteroid membutuhkan pengawasan ahli kesehatan.
- Operasi pengangkatan polip pada polip berukuran besar yang telah menimbulkan gejala, dan tidak banyak membaik dengan terapi non-bedah.
- Kontrol yang baik terhadap alergi, asma, maupun infeksi membantu mengurangi peluang timbulnya polip.
Semoga bermanfaat.

Sumber: dari berbagai sumber




Terapi Polip di antaranya meliputi:

- Obat topikal, yaitu yang langsung dimasukkan ke dalam hidung, seperti semprotan hidung, atau nasal spray, misalnya yang mengandung bahan aktif Oxymetazolin maupun kortikosteroid seperti prednison. Obat ini dapat mengurangi gejala sumbatan yang disebabkan oleh polip, dan kadang bisa mengecilkan dan mengeliminir polip sama sekali. Meski demikian, polip cenderung untuk kambuh kembali. Penggunaan nasal spray kortikosteroid membutuhkan pengawasan ahli kesehatan.
- Operasi pengangkatan polip pada polip berukuran besar yang telah menimbulkan gejala, dan tidak banyak membaik dengan terapi non-bedah.
- Kontrol yang baik terhadap alergi, asma, maupun infeksi membantu mengurangi peluang timbulnya polip.
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Dijawab oleh dr. Hafidz N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

About the author

dr. Hafidz, salah satu pembina konsultasi kesehatan di situs KonsultasiSyariah.com Beliau adalah alumni fakultas kedokteran UGM, dan saat ini sedang menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis jantung dan pembuluh darah.